Blog Gado-Gado_Multi Niche

Ancak Sodaqoh Nisfu Sya'ban

Ancak Sodaqoh Nisfu Sya'ban- Sahabat Muslimin/Muslimat, pada malam pertengahan bulan nisfu sya'ban, umat Islam khususnya yang berdomisili di Indonesia mayoritas memperbanyak amalan do'a, sholat, sodaqoh, dan amalan baik lainnya.

Jika sobat membaca judul tulisan ini mungkin ada kata yang belum populer yakni kata ancak karena ancak ini mungkin hanya ada di wilayah Jawa. Apakah definisi ancak ?, ancak adalah sebuah tempat  nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya, ancak terbuat dari bambu, belahan  pohon pisang, dan tali ( tali ini bisa berupa tali dari bambu, plastik, dan lain-lain ).

Gambar Ancak Wadah Tumpeng

Apakah di daerah sobat masih memakai ancak jika ada acara kenduren ( kegiatan pesta makan bersama yang dilaksanakan oleh sekelompok orang setelah selesai mengadakan do'a bersama ) di Masjid/Mushola/Rumah warga ? tentu saja jawabannya berbeda-beda, bahkan mungkin sobat belum pernah mendengar kata ini sebelumnya.

Sobat, sejak awal bulan sya'ban umat Islam sudah mulai acara sodaqoh dan amalan-amalan lainnya setelah sebelumnya yakni di bulan Rojab sudah saling berkunjung dari majlis ta'lim yang satu ke lainnya untuk mendengarkan pengajian dalam rangka memperingati Isro Mi'roj Nabi Agung Muhammad SAW.

Khususnya dalam ibadah di bulan sya'ban masing-masing umat Islam di suatu daerah mempunyai ciri khas masing-masing atau sering disebut dengan tradisi. Menurut sepengetahuan saya, ada suatu daerah lingkup RT yang setiap hari bergilir kenduren dari rumah satu ke rumah yang lain selama 1 bulan penuh di sya'ban ini.

Coba bayangkan, he he setiap malam kenduren selama 1 bulan, bisa jadi selama sebulan itu hanya memasak 1 kali yakni saat menerima giliran sebagai tempat berdo'a sekaligus penyaji makanan kenduren tersebut.Terkait dengan harga sembako, pada bulan sya'ban biasanya harganya mulai naik secara berangsur sampai H+7 hari Raya Idul Fitri.

Ada juga suatu lingkungan yang mengadakan serentak pada satu malam yaitu tepat pada malam nisfu sya'ban. Biasanya umat islam yang sodaqoh kenduren dengan cara mengambil waktu pertengahan bulan sya'ban itu tidak menggunakan rumah warga sebagai tempat berdo'a melainkan ditempatkan di Masjid/Musholla. Nah dalam kegiatan do'a bersama dan kenduren model inilah ancak dimanfaatkan sebagai wadah tumpeng beserta lauk pauknya. Jadi tradisinya satu kepala keluarga masing-masing membawa 1 ancak sodaqoh ke Masjid.

ancak tumpeng sodaqoh

Ancak tidak hanya digunakan pada acara kenduren di bulan sya'ban karena ancak juga dimanfaatkan oleh kaum muslim untuk wadah makanan dalam berbagai acara kenduren.

He he, saya jadi teringat masa kecil, saat itu jika 1 ancak itu untuk kenduren bersama sedikitnya 4 anak, jika orang tua maka jatahnya 1 orang mendapat 1 ancak.

Sobat pembaca, begitu nikmatnya makan bersama teman-teman saat itu walau 1 telor dibagi 4 atau 5 anak dan 1 potong daging ayam dibagi 4/5 juga. 

Lebih asyik lagi pada masa saya masih kecil, peringatan atau acara do'a bersama dilaksanakan mulai ba'da maghrib sampai pukul 02.00. Acaranya setelah ba'da maghrib yaitu do'a bersama, ba'da Isa tadarus Al-Qur'an, setelah tadarus selesai ( pukul 22.00 ) istirahat dan bermain bersama teman-teman ( karena tanggal 15 , biasanya bulan purnama pun bersinar begitu terangnya ) sehingga kami asyik begadang sambil menunggu pukul 24.00 karena ibadah Sholat Sunnah Nisfu Sa'ban di daerah saya waktu itu dilaksanakan di Musholla mulai pukul 00.00.

Demikian sekilas tentang amalan do'a dan sodaqoh pada bulan nisfu sya'ban. Semoga bermanfaat.


Facebook Twitter Google+

Terimakasih atas kunjungan Sobat. Silakan berkomentar, namun tolong jangan menyertakan link aktif maupun pasif.

Back To Top