Blog Gado-Gado_Multi Niche

Belajar dari Keikhlasan Seorang Pencari Rumput

Nilai keikhlasan seseorang dalam menjalani hidup dan kehidupannya memang sudah sesuai porsinya masing-masing, akan tetapi biasanya kadar keikhlasan seseorang itulah yang berbeda-beda. Memang sih, kadar keikhlasan sesorang itu terlalu abstrak jika kita bahas karena Gambaran Ikhlas itu Bagaikan Kentut, he he. Misalkan si X dan Y sama-sama bekerja sebagai karyawan di salah satu Perusahaan, posisi pekerjaan sama pun tidak serta merta menumbuhkan keikhlasan yang sama antara si X dengan si Y. Jadi tergantung bagaimana seseorang tersebut menyikapi akan sebuah posisi maupun keadaan tertentu.

Sobat Pembaca, belajar tentang hidup dan kehidupan selain kita belajar dari orang yang ahli di bidang keilmuan, membaca buku, belajar lewat internet, dan jenis belajar nyata lainnya, belajar juga bisa dengan cara mengamati kegiatan orang lain maupun mengamati alam.

Pemandangan Alam

Gambar Pemandangan Alam  Desa  Madureso Kecamatan Kuwarasan Kebumen

Sobat Pembaca, saat saya dalam perjalanan dalam rangka Ngabuburit di Bulan Syaban bersama kedua buah hatiku, maksud hati akan membeli es dawet yang warungnya berada di bulak ( jalan yang di sebelah kanan dan kirinya berupa area persawahan ) jalan Puring Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen, akan tetapi karena ternyata es dawetnya sudah habis, yaah tinggal terlihat gelas-gelas, tempat dawet, dan tempat gula yang semuanya kosong, akhirnya kami duduk-duduk di pinggir jalan untuk menghilangkan rasa yang sedikit kecewa karena tidak kebagian es dawet yang rasanya enak dan segar itu.

Sore itu cuaca cukup cerah walau terlihat sedikit gumpalan awan hitam sehingga kami dengan santainya menikmati pemandangan alam yang begitu indah, terasa sangat damai karena angin yang bertiup lembut juga ikut menemani kami. Sampai-sampai kami agak lupa bahwa sebenarnya kami mau membeli lauk pauk di Wisata Kuliner Prapatan Mangli Kuwarasan sebagai santapan berbuka puasa sunnah nisfu syaban .

Cerahnya Sinar Matahari di Sore hari

Ketika kami bercanda tawa, tiba-tiba ada seorang Pencari Rumput melintas di pematang sawah tepat di depan tempat kami duduk. Dalam hatiku berkata " Sungguh pengorbanan yang luar biasa pencari rumput ini " di mana saat mayoritas warga sedang asyik berkumpul dengan keluarga tuk melepas lelah dari berbagai aktivitas kerjanya ( kebetulan saat itu tanggal merah, Hari Waisak Umat Budha ) akan tetapi seorang pencari rumput tentunya tidak mengenal hari libur walaupun tahu kalau saat itu hari libur bagi mayoritas pekerja.

Pemandangan Alam

Jika seorang pencari rumput ikutan libur... wah bahaya tuh, bagaimana denga nasib hewan peliharaannya. Akan tetapi semua peternak yang hewan peliharaanya termasuk herbivora tentunya tidak ada yang bermalas-malasan untuk mencarikan makan hewan kesayangan mereka.

Dari hasil pengamatan saya terhadap Seorang Pencari Rumput ini muncul beberapa kalimat yang berupa pernyataan maupun pertanyaan yang jawaban dari pertanyaan itu juga sifatnya masih subjektif:

  1. Andaikata si Tukang Rumput tidak mencukupi kebutuhan makan hewan ternaknya dalam 1 hari saja maka hewan yang dipeliharanya akan kelaparan. Dari pernyataan ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus peduli dan menyayangi dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan.
  2. Demi kebutuhan sehari-hari keluarganya ( sok pasti pencari rumput itu beternak dengan tujuan mencari atau menambah penghasilan ),  Pencari Rumput ini rela bekerja keras sampai sore hari dalam usahanya agar hewan ternaknya cepat berkembang biak.
  3. Apakah makhluk hidup dapat hidup sendiri tanpa bantuan makhluk hidup yang lain?. dalam hal ini misalnya manusia, tentunya kita tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Dapat kita ambil pelajaran bahwa kita harus saling bekerja sama, menghormati, menghargai, dan sifat-sifat terpuji lainnya.
  4. Keikhlasan Pencari Rumput ini juga senada dengan keikhlasan dan Perjuangan Seorang Bengkel Sepeda dalam Mencari Nafkah. Di mana seorang Ayah dalam kewajibannya sebagai  kepala keluarga yang tekun bekerja,umumnya seorang Ayah itu tidak pernah mengharap imbalan apa pun dari keluarganya. Walau demikian, kita sebagai anak ya wajib menghormati perjuangan dan pengorbanan seorang Ayah. Jika Ayah sudah lanjut usia, maka kita wajib untuk lebih menyayanginya. Mohon maaf, jika Ayah telah tiada maka kita wajib menjadi anak yang sholeh yang senantiasa berdo'a untuk ketentraman Ayah di alam sana.
  5. Apakah perwujudan atau bentuk nyata ikhlas itu sendiri?, silahkan telaah tentang Integritas Ikhlas
Demikian hasil analisa saya setelah mengamati Pencari Rumput. Silahkan tambahkan pendapat sobat pembaca melalui kolom komentar. Semoga bermanfaat


Facebook Twitter Google+

4 komentar

Dari Kebumen juga mas? saya dari gombong salam kenal
jangan lupa kunbal n sarannya untuk blog
massterseo.blogspot.com

Iya mas Ryan, alamat saya di Gandusari, kalau dai pasar Kebrek Kuwarasan ke timur sekitar 700 m, kalau besok mas Ryan beli burung di pasar kebrek, mampir ya?he he. Gombongnya mana mas?

Hallo Mas syamsu, ternyata asli dari kebumen juga? saya juga asli kebumen, tepatnya di mirit, tapi cuma numpang lahir doang, Tumbuh besar di merauke,,hhe. Salam kenal,,, lagi ngubek ngubek blog e mas syamsu, gado gado tapi keren semua,,, sharingnya di juragan cipir mantep. oya, kenapa gak mneyediakan comment as url name Mas?blog ku di blogger sudah tak hapus jadi...
*Maaf OOT*

Halo juga mas Bisnisibcho, iya asli banget nih mas.Oh ya, kapan dong berkunjung ke kampung halaman Mirit ?, jangan lupa mampir ya ke rumahku kalau mas bisnis ke Mirit. Salam kenal juga mas.

Terimakasih atas kunjungan Sobat. Silakan berkomentar, namun tolong jangan menyertakan link aktif maupun pasif.

Back To Top