Blog Gado-Gado_Multi Niche

Definisi, Syarat, Fardhu, Rukun,Sunnah, Batal, dan Haramnya Puasa

Definisi, Syarat Wajib, Fardhu, Rukun,Sunnah, Batal, dan Haramnya Puasa- Pengertian puasa dibagi menjadi dua yaitu pengertian secara bahasa dan syara. Jika definisi secara bahasa, puasa adalah menahan. Sedangkan definisi menurut syara, puasa adalah menahan dari semua perkara yang membatalkan puasa,disertai niat berpuasa mulai terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Pengertian Fardhu dan Rukun

Fardhu adalah sesuatu yang diwajibkan untuk dilaksanakan ,jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala sedangkan jika ditinggalkan maka akan mendapat dosa.

Rukun adalah  Pokok pekerjaan itu, misalnya Niat dalam Sholat tidak dapat dipisahkan dengan Sholat itu sendiri. Yakni Sholat tanpa Niat sama halnya dengan tidak Sah.

Fardhu dibagi menjadi 2 macam :

  • Fardhu 'Ain- Fardhu 'Ain adalah sesuatu yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada semua orang Islam secara pribadi ( menjadi kewajiban masing-masing orang Islam ) jika dikerjakan mendapat pahala, klau ditinggalkan akan mendapat dosa/siksa. Contoh Fardhu 'Ain : Sholat, Zakat,Puasa Ramadan, Naik Haji bagi yang mampu, membaca Alqur'an dengan Ilmu Tajwid, menuntut ilmu agama, dan lain sebagainya.
  • Fardhu Kifayah- Fardhu Kifayah adalah sesuatu/perintah yang diwajibkan oleh Allah kepada umat Islam, namun jika salah satu/sebagian dari kelompok umat Islam sudah ada yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Contohnya : Sholat Jenazah, memandikan jenazah, memakamkan jenazah, mempelajari ilmu tajwid, dan lain-lain
Sobat Pembaca, dalam bab puasa, penggunaan kata fardhu bisa diganti dengan kata rukun, akan tetapi pada bab Sholat Fardhu dengan Rukun memiliki pengertian dan penggunaan yang berbeda.

Fardhu/Rukun Puasa

Rukun Puasa ada 2 yakni niat di dalam hati dan menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari

1. Niat di dalam hati ( tidak sekedar melafadzkan/mengucapakan lafadz niat )

Jika puasa Ramadan dan puasa nadzar maka wajib niat di setiap malam harinya. Jika puasa sunnah misalkan puasa senin/kamis maka tidak  wajib niat pada malam harinya, sebagai contoh ada seseorang yang sejak waktu fajar sampai siang hari belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, maka diperbolehkan niat pada siang hari itu kemudian berpuasa sunnah.

2. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa

Hal-hal yang membatalkan puasa :
  • Memasukkan sesuatu ke 9 rongga badan dengan sengaja, 9 rongga badan secara terperinci yang dimaksud yakni mulut (lebih khusus ke tenggorokan ), lobang mata kanan, lobang mata kiri, telinga kanan, telinga kiri, lobang hidung kanan, lobang hidung kiri, lobang alat kelamin, lobang dubur. 
  • Bersetubuh dengan sengaja
  • Mengeluarkan air mani dengan sengaja ( onani/masturbasi )
  • Muntah dengan sengaja
  • Datang haid
  • Melahirkan 
  • Keguguran
  • Nifas
  • Gila walaupun hanya sebentar
  • Murtad
Hal-hal yang disunatkan dalam puasa
  • Jika waktu buka tiba disunnatkan menyegerakan berbuka puasa
  • Mengakhirkan makan sahur
  • Meninggalkan perkataan yang kotor

Facebook Twitter Google+

5 komentar

mengeluarkan mani dengan tidak sengaja alias mimpi basah apakah juga membatalkan puasa mas

Nambah ilmu pengetahuan tentag agama di bulan yang baik, apalgi untuk mengenal rukun sunah, mkruh dan haram yang membatakan puasa itu penting. Makasih atas informasinya kang.

Iya, aslinya sih untuk arsip pribadi biar kalau lupa bisa langsung bisa buka kamus, karena hal-hal tersebut mudah dihafal namun mudah juga lupanya,,,dan cara mengamalkannya

Mudah2an menjadi berkah buat yang membaca dan menjadi pahala buat Kang admin yang sudah membagikan artikel bermutu tentang Definisi, Syarat Wajib, Fardhu, Rukun,Sunnah, Batal, dan Haramnya Puasa ini.

Selamat menjalankan ibadah puasa..

Terimakasih atas kunjungan Sobat. Silakan berkomentar, namun tolong jangan menyertakan link aktif maupun pasif.

Back To Top