Blog Gado-Gado_Multi Niche

Perjuangan Bengkel Sepeda dalam Mencari Nafkah

Perjuangan Ayah Mencari Nafkah- Sobat Pembaca, salah satu kewajiban seorang Ayah adalah mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dalam rangka berjuang dan memenuhi kewajibannya, seorang Ayah membanting tulang dan memeras keringat tanpa mengenal lelah dan tentunya bekerjanya penuh dengan keikhlasan.

Sobat Pembaca, terkait dengan perjuangan  seorang Ayah dalam bekerja, kali ini saya akan menceritakan perjuangannya seorang bengkel sepeda yang bernama Mukhyidin ( bukan Haji Mukhyidin dalam "Tukang Bubur Naik Haji Lho" he he ).

Menambal Ban Sepeda

Bapak Mukhyidin mempunyai usaha dalam bidang jasa dan penjualan yakni sebagai bengkel sepeda/motor dan menjual berbagai jenis dagangan yang terkait dengan dunia perbengkelan sepeda. Kata Ayah dari empat anak ini, usaha menjadi seorang bengkel sepeda sudah digeluti sejak tahun 2005.

Saat awal menjadi bengkel sepeda dia sebenarnya belum punya keahlian tentang itu, akan tetapi karena niat yang tulus dan kegigihannya dia bekerja sambil belajar sehingga hasilnya cukup memuaskan terbukti banyak orang yang berlangganan kepadanya.

Saat saya menanyakan berapa rupiah yang dihasilkan dalam setiap harinya, jawabnya tidak tentu tapi minimal tiga puluh ribu rupiah, itu khusus dari yang dihasilkan dari perbengkelan, yang didapatkan dari keuntungan menjual onderdil sepeda dan penjualan bensin katanya sulit dihitung ( humornya ).

Bengkel sepeda yang berada di Desa Selokerto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen ini kebetulan mempunyai posisi yang cukup strategis, di mana rumah bapak Mukhyidin terletak di dekat jalan menuju kota Gombong yang lalu lintasnya lumayan ramai sehingga jika ada pengguna sepeda/motor  yang bannya bocor seringnya mampir ke bengkel ini.

Menambal Ban Sepeda Motor

Selain itu, para pengguna sepeda motor yang kehabisan bahan bakarnya juga banyak yang membeli bensin atau pertamax ke bapak Mukhyidin, sehingga dapat menambah penghasilannya seoarang Ayah yang lahir pada tahun 1973 ini.

Pelayanan pak Mukhyidin cukup bagus baik dalam melayani dalam bidang perbengkelan maupun dalam bidang dagangnya. Sebagai contoh, saat dia sedang sibuk menambal ban sepeda motor, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor yang berhenti di depan bengkelnya untuk membeli bensin, pak Mukhyidin pun langsung beranjak untuk mengisikan bensin ke motornya pembeli tersebut.

Perjuangan Ayah Mencari Nafkah

Faktor pelayanan dalam bidang jasa, perdagangan, dan bidang kerja lainnya memang sangat penting guna kwalitas pelayanan dan kelangsungan suatu bidang kerja ataupun usaha. Contoh kecil, ketika kita mau membeli bensin, walaupun di sepanjang jalan banyak sekali warung yang menyediakannya maka jika tidak dalam posisi kehabisan bensin maka kita akan memilih penjual bensin yang cepat dalam melayani para pembelinya.

Pak Mukhyidin mempunyai prinsip bahwa pelayanan adalah nomor satu, dengan lantaran prinsipnya ini pak Mukyidin Alhamdulillaah dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari yang bisa dikatakan sebenarnya berat bagi dia karena saat ini ( Juni 2015 ) anak pak Mukhyidin secara urutan dari yang sulung sampai yang bungsu bersekolah di SD kelas 6, 5, 3, dan 1.

Dengan penuh rasa ikhlas dan ketekunan pak Mukhyidin tanpa mengenal lelah bekerja sejak pagi sampai sore bahkan sering sampai malam untuk mencukup kebutuhan keluarganya. begitulah Perjuangan Ayah dalam Mencari Nafkah. Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita ini.

Demikianlah sekilas info, he he. Jika pak Mukhyidin senjata bekerjanya yaitu alat-alat seperti kunci pas, kunci inggris, dan kunci pelayanan prima, bagaimana dengan para Blogger, apakah kunci atau senjata yang digunakan oleh para Blogger?, untuk mengetahui alat apa saja yang musti dimiliki oleh Sobat, silahkan ambil Senjata Ampuh Ngeblog Ala Juragan Cipir

Facebook Twitter Google+

2 komentar

Patut dicontoh nih kerja keras dan ketekunan pak Mukhyidin dana menggeluti sebuah usaha yang mapan, dan tentunya semangat pak Mukhyidin ini juga bisa diterapkan oleh para blogger seperti adminnya blog ini yg mulai mandiri dengan menyajikan berita independen dan sekaligus menjadi wartawan independen juga atau biasa disebut "Citizen Journalism/Reporter Warga"

Salam sukses buat mas Syamsu dan juga buat pak Mukhyidin :)

Makasih mbak Juragan atas apresiasi, do'a, dan motivasinya.

Benar banget kata mbak Juragan Cipir, jadi sebaiknya para Blogger mengikuti jejaknya mbak Indri agar bisa sebagai contoh oleh blogger baru dan tentunya bisa sebagai penarik bagi calon blogger, Sehingga semakin hari semakin banyak Blogger Indonesia yang menyumbangkan ilmunya lewat kegiatan ngeblog.

Terimakasih atas kunjungan Sobat. Silakan berkomentar, namun tolong jangan menyertakan link aktif maupun pasif.

Back To Top