Blog Gado-Gado_Multi Niche

Teringat Bermain Mercon Bumbung Bambu; Nuansa Ramadan Tempo Dulu

Rindu Nuansa Ramadan Masa Tahun 80-an. Petasan sangat bervariasi, ada petasan cengisan (yang sering disebut mercon cengisan), petasan bantingan ( mercon yang jika dibanting terus meledak ), petasan srengdor ( mercon yang bunyinya sreng saat terbang kemudian meledak saat di atas ), jeblugan pring ( mercon yang terbuat dari bambu dan pakai bahan peledak minyak tanah atau bisa juga karbit ), dan lain sebagainya.

Semua jenis petasan itu berbahaya bagi keselamatan yang membunyikan petasan maupun orang-orang yang di kelilingnya. Akan tetapi waktu saya masih kecil ya seakan tidak tahu akan bahayanya bermain jeblugan pring/mercon bumbung bambu.

Permainan tradisional khusus bulan Syaban dan Ramadan ini memang dulu saya rasakan cukup bisa menjadi hiburan anak-anak kecil waktu itu. Tetapi saya berandai-andai, jika anak saya bermain seperti bapaknya dulu pasti tidak saya perbolehkan. he he ( egois nih ye )

mercon bumbung tradisional

Pada sekitar tahun 80-an jeblugan pring ini sangat populer di daerah kami ( Sempor, Kebumen ). Jika dilihat dari nuansanya, dulu anak-anak kecil mulai tanggal 15 Syaban sampai masuk 1 minggu di bulan Ramadan biasanya setiap hari selalu terdengar suara mercon bumbung, nah seakan dulu suara mercon bumbung itu mengiringi datangnya bulan Ramadan.( rindu juga sih akan nuansa seperti dulu ).

Selain teringat sama jeblugan pring, saya juga sangat teringat kegiatan-kegiatan ibadah di bulan Ramadan, saat itu nuansa Ramadan lebih mengena di hati daripada sekarang, kenapa ya sob?. Apa mungkin anak kecil sekarang senangnya juga sama seperti anak kecil yang sekarang sudah tua-tua ya?he he.

Kegiatan beribadah di bulan Ramadan dulu anak-anak kecil, remaja, pemuda, orang tua ssemuanya bersatu padu menjalankan amalan-amalan di bulan suci Ramadan dengan begitu semangatnya. Tapi pemandangan yang saya amati sejak tahun 2.000 sampai saat ini kok kurang ada gregetnya ya? ( ini hanya pengamatan saya di daerah kami loh ). Bagaimana di daerah sobat?

Ya sebenarnya banyak sekali kenangan-kenangan yang sangat indah pada ramadan tempo dulu, yang intinya mengapa nuansa-nuansa indah itu semakin lama semakin tidak terlihat di akhir-akhir ini?
Apakah karena kemajuan teknologi yang semakin canggih? ( terbukti kalau malam lebaran banyak suara takbiran tapi Masjidnya kosong, ternyata hanya ada suara takbiran dari HP yang didekatkan dengan mix ).

Demikian cerita masa lalu saat bulan Ramadan.

Facebook Twitter Google+

4 komentar

Itu mainan saya waktu kecil. Tapi sekarang mulai punah, kenapa yach!

Mainan ini sangat murah, dan menyenangkan, tidk ada unsur pornografinya lagi. daripada harus mainan gadget! Yo too!

Ya betul bos, tapi sayangnya di daerahku dah termasuk makhluk yang hampir punah.he he

Ya sama bu, dah termakan kemajuan teknologi bu. Hmm, sangat disayangkan, padahal asyik banget rasanya kalau mainan mercon bumbung

Terimakasih atas kunjungan Sobat. Silakan berkomentar, namun tolong jangan menyertakan link aktif maupun pasif.

Back To Top