Blog Gado-Gado_Multi Niche

Musim Kemarau, Sungai Luk Ulo Kebumen Kekeringan

Musim Kemarau, Sungai Luk Ulo Kebumen Kekeringan- Musim kemarau atau musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut. Wilayah tropika di Asia Tenggara dan Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika, dan sebagian Amerika Selatan mengalami musim ini. ( Sumber : Wikipedia ). Kalau menurut Pranotomongso, musim kemarau seringnya terjadi pada mongso karo ( kedua ) dan awal mongso katelu  ( ketiga ), oleh karena itu musim kemarau disebut oleh Orang Jawa dengan sebutan Musim Ketiga, dan musim penghujan disebut musim rendeng.

Cara Menghitung Pranotomongso

Mongso ada 12 sebagai berikut :
  1. Kasa ( kesatu ) dari tanggal 23 Juni sampai 2 Agustus ( 41 hari )
  2. Karo ( kedua) dari tanggal 2 agustus sampai 26 agustus ( 23 hari )
  3. Katelu (ketiga) dari tanggal 26 Agustus sampai 19 September ( 24 hari )
  4. Kapat (keempat) dari tanggal 19 September sampai 13 Oktober ( 25 hari )
  5. Kalima(kelima) dari tanggal 13 Oktober sampai 9 Nopember ( 27 hari )
  6. Kanem (keenam) dari tanggal 09 Nopember sampai 22 Desember  ( 43 Hari )
  7. Kapitu (ketujuh) dari tanggal 22 Desember sampai 03 Pebruari ( 43 hari )
  8. Kawolu (kedelapan) dari tanggal 03 Pebruari sampai 01 Maret ( 27 hari )
  9. Kasanga (kesembilan) dari tanggal 01 Maret sampai 26 Maret ( 25 hari )
  10. Kasadasa (kesepuluh )dari tanggal 26 maret sampai 19 april ( 24hari )
  11. Desta (kesebelas ) dari tanggal 19 April sampai 12 Mei ( 23 hari ).
  12. Sadha (kedua belas ) dari tanggal 12 Mei sampai 22 Juni ( 41 hari )
Selengkapnya tentang pranotomongso silakan baca Warisan Leluhur Pranotomongso

Untuk mengetahui bulan ini mongso yang keberapa., cara mudahnya hanya jika bulan ke-1 sampai ke-6 pada kalender Masehi maka ditambahkan dengan angka 6. Dan jika bulan ke-7 sampai dengan bulan ke-12 pada kalender Masehi, maka dikurangi dengan angka enam.

Contoh :
  • September adalah bulan ke-9, maka 9-6 = 3, jadi Bulan September masuk mongso ketiga/katelu
  • April adalah bulan ke-4, maka 4 + 6 = 10, jadi bulan April masuk mongso kesepuluh/kasadasa
Rumus tersebut di atas dipakai oleh Orang Jawa hanya untuk memudahkan saja, walaupun lebih tepatnya adalah seperti pembagian bulan dan hari pada mongso kesatu sampai kedua belas tersebut di atas.

Musim Kemarau, Sungai Luk Ulo Kebumen Kekeringan

Sungai Luk Ulo
 Gambar Sungai/Kali Lukulo Kebumen

Luk Ulo atau Luk Ula atau Lukulo adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang bermuara ke Samudera Hindia. Sungai yang biasa disebut Kali Lukulo ini mengalir dari utara ke selatan dan melintasi tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo sepanjang kurang lebih 68,5 Km. Luas keseluruhan DAS Luk Ulo adalah 675,53245 km2. Adapun yang masuk wilayah Kebumen seluas 572,84365 km2. Sisanya masuk Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Sungai Luk Ulo berhulu di Pegunungan Sarayu Selatan dan memiliki hilir di Samudera Hindia dengan nama Muara Tanggulangin. Memiliki banyak anak sungai, total Sungai Luk Ulo sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Kebumen. ( Sumber : Wikipedia )

Sahabat, selain Sungai Luk Ulo, beberapa sungai yang ada di Kabupaten Kebumen juga banyak yang mengalami kekeringan, antara lain :

1. Sungai Karanganyar Kebumen

2. Sungai Kemit
Di bawah jembatan kemit Gombong-Karanganyar, dibangun tanggul yang cukup tinggi karena pada musim penghujan, kali kemit sering banjir. Pada musim kemarau ini, kali kemit terlihat cukup kekeringan. Di tepi sungai kemit, banyak tanah yang longsor akibat banjir.

Panjang Kali Kemit : 49 km
Luas DAS Telemoyo : 56, 250 ha
Jarak rambu dari muara : 18,00 km
Selengkapnya, silakan lihat data di bawah ini :

Data Kali Kemit

3. Sungai Kauman Gombong
Foto Sungai Kauman ini saya potret dari atas jembatan yang menghubungkan Jalan Yos Sudarso Gombong, tepatnya jembatan yang sebagai penghubung Kelurahan Wonokriyo dengan Kelurahan Gombong.
Sungai Kauman Gombong

4. Sungai Jatinegara Sempor Kebumen
Sungai Jatinegara adalah sungai yang mengalirkan air dari Waduk Sempor, sungai ini melintasi Desa Sempor-Jatinegara - Kalibeji - Sidoharum - Selokerto - Purbowangi - Semampir - Wonoyoso - Mergosono- Rogodono - Buayan- dan seterusnya sampai Pantai Suwuk Kecamatan Puring.

Sungai Jatinegara

Demikian tentang beberapa sungai di Kebumen yang mengalami kekeringan. Semoga musim penghujan segera tiba

Facebook Twitter Google+

2 komentar

ternyta kekringan sekarang merata gan, daerah saya juga mengalami kekeringan, bahkan untuk mendapatkan air guna kebutuhan sehari-hari saja sudah sangat sulit

Iya betul mas, di daerah Kebumen juga dah banyak yang kesulitan mendapatkan air, khususnya bagi mereka yang domisili di daerah gunung/pengunungan

Terimakasih atas kunjungan Sobat. Silakan berkomentar, namun tolong jangan menyertakan link aktif maupun pasif.

Back To Top