Jenis Alat Perontok Padi Tradisional, Manual, Sederhana, Semi Modern, Mesin, dan Modern

Alat Perontok Padi Tradisional, Manual, Sederhana, Semi Modern, Mesin, dan Modern-Sahabat Pembaca, ada berbagai jenis alat maupun cara memetik/memanen padi. Zaman dahulu, para petani/buruh tani memetik padi dengan alat yang cukup sederhana, sedangkan saat ini sudah banyak yang menggunakan alat modern. Alat pemetik padi tempo dulu dikenal dengan nama ani-ani.

Alat Pemetik Padi Zaman Dahulu-Ani-ani
Memetik Padi dengan Alat Ani-ani via Lomba Ani-ani SMPN 3 Prambanan

Berdasarkan jenisnya, ada 2 jenis alat perontok padi sebagai berikut:

1. Alat perontok padi tradisional

a. Alat pemetik padi ani-ani

Ani-ani atau ketam adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Dengan ani-ani tangkai bulir padi dipotong satu-satu, sehingga proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu, namun keuntungannya ialah bulir padi yang belum masak tidak ikut terpotong, berbeda dengan penggunaan sebuah sabit atau arit, tidak semua batang ikut terpotong.

Alat pemetik padi
Ani-ani

Pada zaman dahulu mayoritas petani kita memetik padi dengan menggunakan alat ani-ani karena waktu itu  padi masih belum bisa tua menguning secara bersamaan, tidak seperti sekarang yang mana dengan teknik penanaman, pemupukan, dan lain sebagainya sehingga padi dapat menguning secara serentak. Penggunaan alat ani-ani merupakan proses awal memanen padi, adapun setelah tangkai padi dipetik dan dikumpulkan kemudian untuk memisahkan bulir padi dari batangnya adalah dengan alat pemukul seperti kayu ( pada umumnya menggunakan alu ), kemudian agar buliran padi tidak ada yang tersisa di tangkainya maka proses selanjutnya  digilas manual dengan kaki.

Saat ini ani-ani masih sering digunakan oleh para petani/buruh tani yaitu untuk memanen/memetik padi ketan. Walaupun ada juga yang memanen ketan dengan alat perontok modern.

b. Alat perontok padi papan kayu untuk gepyok

Alat perontok padi tradisional


Proses penggunaan perontok padi manual tradisional dilakukan setelah semua batang padi sudah dibabat dengan menggunakan sabit/arit. Memanen padi dengan sabit lebih cepat daripada dengan alat ani-ani. Setelah batang padi telah dibabat, langkah selanjutnya yaitu memisahkan bulir padi dari tangkainya dengan cara merontokkannya menggunakan alat sederhana yakni papan gebyok yang terbuat dari kayu. Prosesnya dengan cara manual yakni dengan memukulkan batang padi pada papan kayu, proses memukulkan batang/tangkai padi ke papan kayu sering disebut dengan istilah gepyok padi.

2. Alat perontok padi modern

a. Alat perontok padi system otel ( semi modern )

Alat perontok padi
Alat Perontok Padi System Otelan

Alat perontok padi ini sebenarnya sudah cukup memudahkan dan mempercepat proses perontokkan padi. Namun dalam desain alatnya baru memakai teknologi sederhana yakni dengan memanfaatkan roda berporos atau system otel sehingga para perontok harus terus menggayuh otelan yang ada pada kanan dan kiri bawah alat perontok padi ini.

Proses perontokkan padi
Proses Merontok Padi

b. Alat perontok padi mesin sederhana

Model atau bentuk alat perontok padi mesin sebenarnya mirip alat perontok padi sistem otel, bedanya hanya pada sistem penggeraknya.

Alat perontok padi mesin
Alat Perontok Padi Mesin via YouTube

c. Alat perontok padi mesin modern

Jenis alat perontok padi mesin modern banyak sekali jenis dengan berbagai merknya. Di bawah ini salah satu contoh mesin perontok padi modern.

Alat perontok padi modern
Alat Perontok Padi Mesin Modern via Wikipedia

Demikian tentang Alat Perontok padi Tradisioanal Manual dan Mesin Modern. Semoga info ini bermanfaat.

Pembaca yang terhormat, jika artikel di atas bermanfaat bagi Anda, maka tentunya bisa bermanfaat juga bagi teman Anda. Untuk itu, silakan bagikan artikel ini ke media sosial lewat tombol share di bawah ini:

Terimakasih atas kunjungan Sobat. Silakan berkomentar, namun tolong jangan menyertakan link aktif maupun pasif di kolom komentar. Jika sobat ingin menautkan link blog, silakan pilih beri komentar sebagai Name/URL

 
Home - Sitemap - About - Disclaimer - Privacy Policy - Contact
Back To Top